Pertolongan Pertama Kecelakaan, Jangan Lakukan 5 Hal ini!

Pertolongan Pertama Kecelakaan, Jangan Lakukan 5 Hal ini!

Pernah mengalami situasi berada dekat dengan kejadian kecelakaan? Tentunya kondisi saat itu cukup kacau dan membuat panik. Tak jarang korban harus segera ditangani, tetapi petugas medis belum datang. Untuk itulah orang-orang di tempat kejadian perlu memberikan pertolongan pertama. Akan tetapi, tidak semua orang memahami cara-cara melakukannya dengan benar. Hal ini justru dapat mengakibatkan kondisi korban semakin parah.

Perlunya Mengetahui Cara Pertolongan Pertama

Kejadian kecelakaan merupakan kondisi yang tidak diduga sebelumnya. Kesigapan dan ketepatan dalam memberikan pertolongan tentu sangat diperlukan, mengingat petugas medis tidak selalu bisa datang segera. Jadi, setiap orang perlu mempelajari teknik pertolongan pertama agar selalu siap jika sewaktu-waktu diperlukan.

Pemberian pertolongan dapat menyelamatkan nyawa korban. Namun, jika salah dalam melakukannya, maka justru akan semakin memperparah kondisinya. Ikuti pelatihan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) yang diadakan oleh pihak kompeten. Misalnya PMI, Basarnas, puskesmas, atau rumah sakit. Dengan demikian, teknik yang didapat benar dan tepat saat diaplikasikan, untuk menghindari kesalahan.

Jangan Lakukan Hal Ini Saat Melakukan Pertolongan Pertama 

Tanpa pengetahuan yang benar dan cenderung melakukan kebiasaan umum, tak jarang upaya pertolongan pertama yang diberikan justru berakibat fatal. Sayangnya, beberapa teknik pertolongan yang salah, justru banyak beredar di masyarakat. Jadi, marilah kita memahami cara pemberian pertolongan yang salah agar tidak dilakukan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Memindahkan Korban

Jika suatu kecelakaan kendaraan bermotor terjadi dan korban mengalami luka parah, ada baiknya tidak dipindahkan. Hal ini disebabkan karena ada kemungkinan terjadinya patah tulang maupun terjadinya pergeseran tulang jika pemindahan tidak dilakukan dengan benar. Sebaiknya berikan pertolongan tanpa harus memindahkan dan tunggu petugas medis. Periksa sekeliling, selama tidak ada hal yang membahayakan korban, sebaiknya biarkan tetap pada posisinya.

Akan tetapi, jika terdapat kondisi tertentu yang membahayakan korban dan dengan terpaksa harus dilakukan pemindahan, maka lakukan dengan hati-hati. Kondisi khusus ini contohnya adalah jika terjadi konsleting pada kendaraan yang kecelakaan. Sebaiknya korban segera dipindahkan untuk menghindari risiko ledakan. 

2. Menggunakan Pasta Gigi Pada Luka Bakar

Kecelakaan bukan hanya terkait benturan antara dua kendaraan di lalu lintas saja. Kecelakaan juga dapat terjadi di rumah. Misalnya terjadinya luka bakar. Dalam memberikan pertolongan pertama pada luka bakar, umumnya orang langsung mengolesi dengan menggunakan pasta gigi, mentega, atau bahkan mengompresnya dengan es. Ini merupakan kesalahan, sebab pasta gigi dan mentega justru dapat mengiritasi luka dan menyebabkan infeksi. 

Adapun mengompres luka bakar dengan es batu, justru membuat suhu kulit turun secara tiba-tiba. Cara yang tepat adalah mengalirkan air dingin dalam suhu ruang pada luka bakar selama beberapa menit. Tujuannya adalah untuk menurunkan suhu jaringan kulit yang panas akibat terbakar. Mengompres luka bakar dengan lap basah yang bersih juga dapat mengurangi rasa sakit sebelum mendapat pertolongan medis

3. Mendongakkan Kepala Korban Untuk Mengatasi Pendarahan Hidung

Seringkali kita mendengar bahwa jika seseorang mengalami pendarahan melalui hidung, maka cara mengatasinya adalah dengan mendongakkan kepalanya. Sebenarnya, ini bukanlah cara yang tepat, sebab justru dapat mengakibatkan korban mengalami tersedak, hingga muntah. Cara yang benar adalah membantu korban mencondongkan tubuh ke depan untuk menghindarkan darah mengalir kembali ke tenggorokan.

4. Menggerakkan Paksa Bagian Tubuh yang Mengalami Dislokasi Sendi

Dislokasi sendi adalah kondisi saat terjadi pergeseran letaknya. Hal ini biasanya diakibatkan oleh kecelakaan saat melakukan olahraga, atau saat berkendara. Cara salah yang umumnya dilakukan adalah memaksa agar tulang kembali pada posisi semula. Tindakan ini justru dapat merusak otot-otot di sekitar sendi. Pertolongan pertama yang benar adalah menjaga agar tulang tidak bergerak, dan mengompres untuk meredakan nyeri selama menunggu datangnya petugas medis.

Demikianlah lima kesalahan dalam melakukan pertolongan pertama. Pahami dengan benar teknik P3K ini agar tidak malah menambah parah kondisi korban. Tetap siaga, waspada, dan sigap memberikan pertolongan yang tepat dan benar. Semoga informasi ini bermanfaat! 

Penulis: Raka 09 Nov 2020 47