Perkembangan Pasar Properti yang Perlu Dicermati Investor

Perkembangan Pasar Properti yang Perlu Dicermati Investor

Perkembangan Pasar Properti yang Perlu Dicermati Investor

Bisnis properti menjadi salah satu sektor usaha yang ikut terdampak oleh pandemi Covid -19 di seluruh dunia termasuk Indonesia. Bagaimana orang berpikir untuk membeli properti kalau kondisi ekonominya saja sedang mengalami penurunan?  Tentunya kondisi ini berdampak buruk bagi pasar properti yang sebelumnya merupakan bisnis yang menjanjikan.

Setahun setelah terjadinya pandemi memang kondisi ekonomi belum pulih namun sudah ada geliat baru dalam dunia usaha termasuk properti. Tantangannya adalah bagaimana investor bisa jeli mengamati pasar mana yang potensial dan bagaimana cara marketingnya agar bisnis properti yang dijalaninya bisa berkembang kembali. Melalui pengamatan dan strategi yang tepat bisnis properti bisa bangkit.

Belakangan ini para investor di bidang properti mulai melirik kaum muda milenial sebagai target pasarnya. Nah, agar bisa sukses dalam pemasaran sebaiknya investor mempertimbangkan dengan cermat beberapa faktor yang akan mempengaruhi bisnisnya tersebut.

Tips Mengembangkan Pasar Properti di Masa Pandemi

Kalau Sobat we+ merupakan pebisnis di bidang properti sekarang adalah waktunya untuk bangkit. Mau menunggu pandemi berakhir tapi sampai kapan? Yang perlu dilakukan adalah jeli melihat peluang dan bagaimana membuat keputusan tepat. Inilah beberapa tips yang sebaiknya dilakukan investor agar pasar properti bisa bangkit kembali seperti sebelum pandemi.

  1. Sasar Kaum Muda Milenial

Mengapa kaum muda milenial dianggap sebagai pangsa pasar properti yang cukup potensial setelah masa pandemi ini? Kaum milenial dianggap sebagai generasi yang tumbuh dengan teknologi informasi yang cepat sehingga lebih banyak pengetahuan dan terdidik. 

Milenial dianggap memiliki perencanaan masa depan yang lebih bagus termasuk dalam hal membeli properti seperti rumah sebagai kebutuhan mereka. Kalangan milenial ini biasanya lebih berminat pada hunian atau rumah yang simpel tapi memiliki nilai lebih serta harga yang relatif terjangkau. Inilah yang harus dipertimbangkan oleh investor sebagai pengembang.

Asuransi COVID-19 hanya Rp 25.000 per bulan

  1. Lakukan Strategi yang Tepat

Selanjutnya adalah bagaimana cara yang tepat untuk bisa menggaet kaum muda milenial tersebut agar membeli properti. Milenial termasuk kalangan yang tidak segan mengeluarkan uang demi sesuatu yang mereka sukai. Untuk urusan rumah milenial lebih suka yang memiliki desain sederhana tapi modern dan pembayarannya bersifat fleksibel. 

Terlebih lagi kalau desain hunian yang ditawarkan bisa multifungsi yaitu dapat digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus kantor. Jangan ragu untuk menurunkan harga agar bisa lebih terjangkau oleh kantong milenial muda tersebut. Biasanya kaum milenial akan memilih hunian dengan harga tidak lebih dari Rp. 500 juta.

  1. Berikan Tawaran yang Mudah

Milenial tumbuh bersama dengan teknologi yang membuat segala sesuatu menjadi lebih mudah, cepat dan praktis. Mereka tidak suka segala sesuatu yang ribet dan bertele-tele terlebih lagi untuk memiliki sebuah hunian. Nah, oleh sebab itu para investor sebaiknya memberikan sebuah penawaran yang mudah bagi milenial masa kini.

Investor sebaiknya bekerjasama dengan beberapa bank untuk program KPR khusus milenial yaitu mereka yang berusia antara 21 hingga 35 tahun misalnya. Susun skema dan cara pembayaran yang mudah dilakukan dan tidak ribet serta uang muka yang tidak terlalu memberatkan. Investor bisa membuka penawaran kredit kepemilikan rumah dengan uang muka tidak lebih dari Rp. 10 juta misalnya dengan bunga tidak terlalu tinggi sekitar 1% - 5% saja.

Itulah beberapa tips yang bisa investor cermati untuk menyasar pasar properti. Pada dasarnya, pasar properti bisa kembali bangkit meskipun kondisi ekonomi belum pulih sepenuhnya selama investor jeli dan tahu bagaimana menggaet konsumen yang tepat. Memberikan penawaran yang ringan bisa menjadi solusi di tengah kondisi resesi seperti saat ini.



Penulis: Raka 18 Jun 2021 48