Pajak Mobil Listrik, Ini Buat Kamu yang Berencana Membeli

Pajak Mobil Listrik, Ini Buat Kamu yang Berencana Membeli

Mobil listrik mulai menjadi alternatif baru sebagai bentuk kepedulian kepada lingkungan karena tidak menimbulkan polusi. Mobil yang menggunakan tenaga listrik dari baterai tersebut memang lebih ramah terhadap lingkungan. Nah, mulai bulan Oktober 2021 nanti pemerintah mulai menerapkan pajak mobil listrik tersebut. sedangkan peraturannya telah diterbitkan pada tahun 2019 lalu. Inilah fakta yang berkaitan dengan pajak kendaraan roda empat bertenaga listrik tersebut.

Fakta Seputar Pajak Kendaraan Mobil Tenaga Listrik

1. Dasar Hukum

Penerapan pajak kendaraan mobil tenaga listrik berdasarkan pada Peraturan Pemerintah nomor 73 tahun 2019. Peraturan Pemerintah (PP) tersebut mengatur tentang barang kena pajak barang mewah yang berupa kendaraan bermotor. 

Kendaraan bermotor yang dimaksud disini adalah jenis yang masuk pada golongan barang kena Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau PPnBM. Peraturan Pemerintah tersebut akan mulai berlaku per tanggal 16 Oktober 2021 yang akan datang. Sedangkan PP tersebut telah diundangkan sejak tanggal 16 Oktober 2019 yang lalu.

2. Klasifikasi

Sejak adanya PP no 73 /2019 tersebut maka pajak PPnBM tidak lagi dihitung berdasarkan bagaimana bentuk body dari kendaraan. Adanya PP tersebut telah merubah aturan penarikan pajak berdasarkan emisi gas buangnya dan konsumsi bahan bakar pada kendaraan tersebut.

Asuransi mikro mulai dari 5000 Rupiah!

3. Besaran Pajak Mobil dengan Mesin 3000cc

Melalui PP tersebut pemerintah juga telah menetapkan berapa persen besarnya pajak kendaraan mobil listrik yang harus dibayarkan. Untuk semua kendaraan berpenumpang yang kapasitas mesinnya di bawah atau sama dengan 3000 cc pajaknya adalah sebagai berikut.

  • Pajak PPnBM sebesar 15% jika emisi konsumsi bahan bakar 15,5 km/liter dan emisinya kurang dari 150 gram/km.
  • Pajak PPnBM sebesar 20% jika konsumsi bahan bakarnya adalah kurang dari 11,5 km/liter dan emisi yang dihasilkan kurang dari 250 gram/km.
  • Pajak PPnBM sebesar 25% untuk kendaraan yang konsumsi bahan bakarnya 9,3 hingga 11,5 km/liter dan emisi CO2 yang dihasilkan antara 200 sampai 250 liter/km.
  • Pajak PPnBM sebesar 40% jika kendaraan menghabiskan bahan bakar kurang dari 9,3 km/liter dan emisi yang dihasilkannya melebihi 250 liter/km.

4. Besaran Pajak Mobil Mesin 3000 cc Hingga 4000 cc

Sedangkan untuk jenis kendaraan penumpang dengan mesin berkapasitas 3000 cc hingga 4000 cc besaran PPnBM yang akan dikenakan berbeda lagi. Untuk jenis mobil penumpang golongan ini akan dikenai pajak dengan besaran antara 40% sampai 70%. Pengaturan pajak poin ini dijelaskan dalam pasal 8 dan pasal 11 dari PP no.73/2019 tersebut.

5. Besaran Pajak Kendaraan Mobil Listrik

Mobil listrik yang dimaksud adalah jenis kendaraan yang menggunakan teknologi battery electric vehicles, fuel cell electric vehicles atau plug in hybrid electric vehicles. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

  1. Mobil dengan teknologi hybrid atau mild hybrid tarif pajak PPnBM yang dikenakan yaitu sebesar 15%, 25% dan 30%. Besarnya pajak akan ditentukan berdasarkan berapa kapasitas silindernya.
  2. Mobil listrik murni yang bisa mengangkut penumpang kurang dari 10 orang dan 10-15 orang akan dikenakan pajak PPnBM sebesar 15%. Jumlah penumpang yang dimaksud adalah termasuk driver atau pengemudi kendaraan.
  3. Kendaraan listrik yang digunakan untuk angkutan umum orang maka besarnya pajak yang dikenakan maksimal adalah 20% dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
  4. Kendaraan listrik untuk angkutan barang pajaknya sebesar 25% dari PKB.

Nah sobat WE+, itulah besaran pajak mobil listrik yang telah tercantum dalam PP nomor 73 tahun 2019. Pajak mobil tenaga listrik termasuk dalam golongan Pajak Barang Mewah yang pelaksanaanya baru akan diterapkan mulai bulan Oktober 2021 yang akan datang. Jadi, bagi kamu yang berencana ingin membeli mobil listrik, simak dengan baik seputar pajak ini ya!

Penulis: Raka 26 Jan 2021 241