Ketahui 4 Modus Penipuan Online yang Harus Kamu Tahu

Ketahui 4 Modus Penipuan Online yang Harus Kamu Tahu

Negara Indonesia masuk ke dalam salah satu daftar negara dengan tingkat kriminalitas, seperti halnya penipuan, tertinggi di dunia. Jumlah korban yang sudah terjerat kasus penipuan pun bukan lagi satu atau dua orang, namun sudah mencapai puluhan ribu orang. Ironisnya, modus penipuan yang dilakukan ini tidak lagi menggunakan hipnotis di tempat umum yang ramai pengunjung, namun sudah merembet ke media online atau daring. Modus ini dinilai di pencuri bisa mendatangkan lebih banyak keuntungan. Selain itu penipuan online juga dinilai lebih praktis untuk dilakukan.

Daftar Modus Penipuan Online yang Harus Diwaspadai

Agar Kamu tidak lagi terbuai dengan rayuan si penipu atau menjadi salah satu korban dari tindak penipuan secara daring, Kamu karus mengetahui beberapa modus penipuan yang kerap dilakukan oleh si pelaku, seperti berikut.

  1. Penipuan Lewat Undian Berhadiah

Modus penipuan yang pertama ialah penipuan lewat undian berhadiah. Modus ini sudah sangat sering ditemukan di dunia online sekarang ini. Contohnya, muncul informasi terkait undian berhadiah yang berhasil Kamu menangkan di layar gadget saat Kamu sedang melakukan aktivitas online di jejaring sosial. Aksi modus ini sangat sederhana. Pertama-tama, para korban diajak untuk bergabung lebih dulu di situs undian online dengan iming-iming hadiah yang sangat besar.

Aksi modus ini sangatlah sederhana. Para korban akan diajak untuk bergabung dengan situs undian online setelah diiming-imingi hadiah yang sangat besar. Lalu, korban-korban tersebut akan diminta untuk mengisi identitas diri seperti tanggal lahir, nama lengkap, usia, jenis kelamin, dan informasi krusial lainnya. Bukan hanya itu, beberapa korban bahkan akan diperintahkan untuk mengirimkan sejumlah uang sebagai biaya pendaftaran sebelum akhirnya dikirimi hadiah tipuan tadi.

  1. Metode Phishing

Metode phising menjadi modus penipuan online yang juga harus Kamu waspadai. Istilah phising sendiri bisa diartikan sebagai penyalinan informasi pribadi untuk keuntungan pihak tertentu.  Biasanya, modus penipuan ini ditawarkan oleh website penipu yang tidak terpercaya, dimana para korbannya akan disuruh untuk mengisikan data dirinya selengkap mungkin sebelum akhirnya melanjutkan aksinya. Beberapa data diri yang umum untuk diisi dalam modus ini adalah nama lengkap, nomor rekening lengkap dengan pinnya, dan nomor KTP.

Secara umum, para pelaku yang menggunakan metode ini adalah penipu yang sudah sangat handal dan profesional di bidang teknologi. Semisal saja para hacker. Oleh sebab itu, Kamu perlu berhati-hati ketika membuka konten yang diunggah pada website yang tidak kredibel.

  1. Menunda Pengiriman Resi

Umumnya, barang yang sudah berada dalam proses pengiriman ekspedisi tertentu memiliki nomor resi yang berguna untuk melacak status pengiriman barang tersebut. Akan tetapi, penjual penipu sering mengucapkan alasan-alasan tidak masuk akal yang membuat pelanggannya ragu. Seperti ‘nomor resi baru akan dicetak di hari berikutnya oleh bagian ekspedisi, jadi saya belum bisa mengirimkannya’. Padahal sebenarnya, barang yang sudah masuk ke bagian ekspedisi akan langsung diberikan nomor resi yang dicetak dalam selembar kertas kecil. Jadi, jika penjual berusaha untuk mengelak saat diminta untuk mengirimkan nomor resi, maka Kamu patut untuk mencurigai penjual tersebut.

  1. Menunjukkan Bukti Transfer Palsu

Modus penipuan online juga bisa dilakukan oleh seorang pembeli kepada penjualnya. Dan kasus ini tidak jarang terjadi di dunia jual beli online, di luar e-commerce. Biasanya, para penjual akan ditipu lewat bukti transfer yang diberikan oleh pembeli sehubungan dengan barang yang hendak dibeli. Namun ternyata, bukti transfer yang diberikan adalah palsu dari hasil editan komputer. Karena adanya kemungkinan penipuan seperti ini, penjual produk online harus lebih teliti saat mengamati bukti pembayaran yang diberikan pembeli.

Itulah beberapa modus penipuan online yang sering ditemui di platform daring. Agar terhindar dari berbagai resiko penipuan yang ada, Kamu disarankan untuk berhati-hati saat memberikan informasi pribadi secara daring.  Demikian dengan transaksi jual beli online.

Penulis: Raka 28 Oct 2020 72

Penulis: Raka
19 Aug 2020
171
Penulis: Raka
11 Sep 2020
93