Kenali Apa Itu Pajak Progresif Motor dan Cara Menghitungnya

Kenali Apa Itu Pajak Progresif Motor dan Cara Menghitungnya

Halo sobat WE+! Apakah kalian pernah mendengar tentang pajak motor progresif? Pajak ini memang menjadi salah satu pajak kendaraan yang harus dibayarkan. Lalu, apa pengertian dari pajak progresif motor? Dan bagaimana cara perhitungan pajak progresif ini? Simak informasi selengkapnya berikut ini ya sobat WE+.

Pengertian Pajak Progresif Motor

Pajak progresif motor adalah tarif perhitungan pajak kendaraan bermotor dengan persentase yang naik dengan banyaknya jumlah kendaraan yang dimiliki. Intinya seperti ini, untuk kendaraan bermotor pertama akan dikenai perhitungan progresif pertama. Sedangkan kendaraan bermotor yang kedua akan dikenakan progresif kedua. 

Begitupun ketika kendaraan tersebut dijual, tapi nama dan alamat masih atas nama kamu, tetap akan dikenakan biaya pajak progresif. Jadi, saat menjual kendaraan sebaiknya segera balik nama.Adapun tentang dasar pengenaan pajak bagi kendaraan bermotor telah diatur dalam undang-undang nomor 28 tahun 2009. Undang-undang tersebut berkaitan dengan pajak daerah dan retribusi daerah.  

Cara Praktis Menghitung Pajak Progresif Motor

Lalu bagaimana cara menghitung pajak progresif? Cek yuk perhitungan mudahnya di bawah ini:

1. Dasar Pengenaan Pajak

Untuk menghitung pajak progresif motor, harus diketahui dahulu tentang dasar pengenaan pajaknya atau DPP kendaraan. Perhitungan DPP ini sesuai ketentuan pemerintah daerah masing-masing dengan melihat harga pasaran kendaraan. Disamping itu juga dengan melihat hal-hal yang mengurangi nilai kendaraan tersebut.

Adapun dasar pengenaan pajak kendaraan bermotor adalah hasil dari perhitungan 2 item pokok.  Yaitu nilai jual kendaraan bermotor dan bobot yang dicerminkan  akibat penggunaan kendaraan bermotor. Nilainya adalah 1 atau lebih besar dari 1. Supaya kamu tidak bingung, rumus singkatnya seperti ini:

DPP = nilai jual kendaraan bermotor x bobot yang diterapkan PerGub

Asuransi COVID-19 hanya Rp 25.000 per bulan

2. Tarif Pajak Kendaraan bermotor

Untuk pengenaan pajak progresif ini memiliki  tarif yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat progresif.  Singkatnya, tariff 1,5 % adalah untuk kendaraan bermotor pertama. 2 % untuk motor kedua, 2,5% untuk motor ketiga dan 4% untuk motor keempat. Begitu seterusnya.

3. Cara Menghitung Pajak

Bagaimana cara menghitung pajak progresif motor? Cukup mudah sebenarnya. Contoh kasusnya seperti ini, kamu memiliki motor beat tahun pembuatan 2015(motor I) dan motor vario tahun pembuatan 2015( motor II). Kedua motor tersebut memiliki nama dan alamat atas nama kamu. Nah, perhitungannya adalah sebagai berikut;

  1. Motor I memiliki nilai jual Rp. 15.000.000 dengan koefisien bobot 1
  2. Motor II memiliki nilai jual Rp. 21.000.000 dengan koefisien bobot 1

Tariff perhitungan : tarif PKB = DPP x Tarif pajak

  1. Motor I : (Rp. 15.000.000 x 1)x 1,5% = Rp. 225.000
  2. Motor II: (Rp. 21.000.000 x 1) x 2% = Rp. 420.000

Jadi, total pajak kendaraan bermotor yang harus dibayarkan adalah Rp. 225.000 + Rp. 420.000 = Rp. 645.000

4. Lapor ke Samsat

Tips berharga buat kamu, jika tidak ingin terkena pajak progresif, maka sebaiknya lakukan proses balik nama kepada orang yang akan membeli kendaraanmu. Jika tidak, pajak progresif tersebut akan tetap dikenakan atas nama kamu meskipun bukan lagi kendaraanmu. Lapor ke Samsat dan lakukan 30 hari setelah pengalihan kendaraan bermotor. Isi surat pernyataan yang ada di Samsat, lengkap dengan fotokopi KTP dan kartu keluarga. Surat pernyataan ini juga biasanya bermaterai.

Lalu, mengapa harus ada pajak progresif? Mungkin kamu bertanya-tanya, mengapa harus ada pajak progresif. Perlu diketahui bahwa pengenaan pajak ini adalah untuk memenuhi rasa keadilan dan mempertimbangkan asas kemampuan lebih wajib pajak. Baik itu kepemilikan kedua hingga seterusnya.

Demikianlah ulasan singkat tentang pajak progresif motor yang harus kamu ketahui. Dengan informasi ini, apabila kamu memiliki lebih dari satu motor, akan tahu bagaimana cara menghitungnya. Tidak terkejut juga apabila membayar pajak, tiba-tiba biaya jadi banyak sekali. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk membayar pajak kendaraan kamu ya sobat WE+!

Penulis: Raka 29 Dec 2020 23