Ingin Berinvestasi Syariah? Ini 5 Cara Membeli Saham Syariah

Ingin Berinvestasi Syariah? Ini 5 Cara Membeli Saham Syariah

Salah satu jenis investasi yang bisa dipilih oleh masyarakat adalah investasi saham syariah. Pada dasarnya, investasi saham ini hampir sama seperti jenis investasi lain pada umumnya. Hanya saja, perbedaannya terletak pada adanya syariat Islam yang diterapkan pada saham syariah tersebut. Lalu, bagaimana cara membeli saham syariah itu?

Cara Membeli Saham Syariah yang Perlu Diketahui

Berikut beberapa cara membeli saham Syariah yang bisa kita lakukan, diantaranya:

  1. Miliki Rekening Saham Sekuritas Syariah

Cara membeli saham Syariah yang pertama adalah dengan mempunyai rekening saham sekuritas Syariah. Buatlah rekening saham online yang akan kita butuhkan untuk menyalurkan dana investasi. Pembuatan rekening efek ini hanya dapat dilakukan di perusahaan-perusahaan sekuritas. 

Setelah registrasi, nantinya kita akan diberi diberikan akun Rekening Dana Nasabah (RDN), Single Investor Identification (SID), dan Sub Rekening Efek (SRE). Beberapa contoh perusahaan atau bank yang membuka sekuritas ialah: Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, MNC Sekuritas, BCA Sekuritas, dan beberapa lainnya.

  1. Mengecek Indeks Saham Syariah

Setelah registrasi online pada sekuritas tersebut, cara berikutnya adalah dengan melakukan pengecekkan indeks saham Syariah dengan melakukan deposit awal untuk berinvestasi saham secara Syariah.Dalam hal ini, kita harus memahami atau mengetahui saham apa saja yang ingin dibeli, kita bisa melihat perkembangannya di Bursa Efek Indonesia. 

Kita dapat mengetahui tentang saham Syariah apa saja yang sedang naik. Beberapa indeks saham online yang bisa dicoba diantaranya Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), Jakarta Islamic Index (JII) dan Jakarta Islamic Index 70 (JII70 Index).

  1. Melihat Fundamental dan Analisis Secara Teknikal

Dalam berinvestasi di dunia saham, termasuk saham Syariah, kita perlu melihat fundamental dan menganalisisnya secara teknikal. Salah satu investasi saham Syariah yang cocok digeluti pemula adalah bidang properti karena Investasi jenis ini secara syariah dapat membantu kita untuk lebih mengenal investasi tersebut secara baik dan kemudian dapat melihat fundamentalnya serta menganalisis secara teknikalnya.

Asuransi COVID-19 hanya Rp 25.000 per bulan

Pastikan saham tersebut atau saham yang kita pilih tergolong dalam saham yang punya kapitalisasi pasar/ market capitalization yang besar. Hal ini dikarenakan saham yang punya kapitalisasi pasar yang besar adalah saham yang tidak mudah digoyang harganya.

  1. Memperdalam Pengetahuan atau Informasi Seputar Saham Syariah

Sembari melihat, mencari ataupun menganalisis saham Syariah, kita juga bisa sambil memperkaya ilmu dan pemahaman tentang investasi yang satu ini. Bisa dengan melihat berbagai informasi melalui internet atau forum, berkumpul atau sharing dengan senior yang lebih dulu ada di dunia saham Syariah ini, atau dengan memperbanyak bacaan buku.

Beberapa rekomendasi buku yang bis akita baca ialah: The Intelligent Investor dan Security Analysis karya Benjamin Graham, Common Stocks and Uncommon Profits karya Philip Fisher, maupun Business Adventures: Twelve Classic Tales from the World of Wall Street karya John Brooks, dan lain sebagainya.

  1. Memastikan Saham Tidak Melnceng dari Aturan Islam

Kita memilih investasi saham Syariah tentu karena tidak ingin terkandung riba ataupun hal-hal lain yang bertentangan dengan agama. Maka dari itu, dalam membeli saham Syariah, kita juga perlu memastikan saham tersebut sesuai dengan ‘aturan’ dan ‘cara main’ agama.

Pastikanlah bahwa saham yang telah tercatat bebas dari praktik yang bertentangan dengan ajaran Islam. Seperti yang tercantum dalam Peraturan Bapepam LK Nomor II K.1, ada beberapa syarat yang membuat sebuah emiten dapat dikategorikan sebagai saham syariah. Yaitu Jenis usaha, produk barang atau jasa, serta akad dan pengelolaan emiten tidak boleh berseberangan dengan prinsip syariah.

Selain itu, juga wajib menandatangani serta memenuhi ketentuan akad sesuai dengan prinsip syariah. Kemudian, Emiten wajib memiliki Syariah Compliance Officer (SCO) guna menjelaskan prinsip syariah yang dianutnya. SCO sendiri merupakan pejabat atau petugas di lembaga maupun perusahaan yang bersertifikasi Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia sebagai tanda bahwa ia memahami konsep syariah di pasar modal.

Itulah 5 cara membeli saham syariah yang harus dipahami oleh investor. Diharapkan, informasi ini bisa membantu sobat WE+ yang ingin berinvestasi di instrumen satu ini ya. 



Penulis: Raka 05 Jul 2021 531