Apa Itu “Toxic Positivity”?

Apa Itu “Toxic Positivity”?

Sobat WE+, apakah kamu pernah mendengar istilah toxic positivity? Akhir-akhir ini istilah tersebut sangat sering didengar. Memiliki pikiran positif memang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, berpikiran positif juga tidak selamanya baik karena bisa saja menjadi racun atau toksik. Lalu sebenarnya, apa itu toxic positivity?

Pengertian Toxic Positivity 

Toxic positivity itu sendiri sering dilakukan dalam bentuk ucapan. Dimana ucapan tersebut bisa menjadi bumerang bagi orang lain, bahkan juga bisa menjadi beban. Selain itu, keberadaan toxic positivity bisa menjadi suatu hal yang berbahaya. Lalu, apa yang pengertian toxic positivity?

Toxic positivity adalah suatu kondisi yang memaksa seseorang untuk berbuat ataupun berpikir  positif bagaimanapun keadaannya. Pengertian lainnya, toxic positivity adalah suatu kondisi ketika seseorang menuntut dirinya sendiri maupun orang lain untuk selalu bersikap ataupun berpikir positif serta menolak emosi negatif/ 

Seperti yang disebutkan diatas jika toxic positivity seringkali muncul melalui ucapan atau kata-kata penyemangat. Kata-kata penyemangat itu seperti:

“Tenang aja, itu tidak seburuk apa yang kamu pikirkan”

“Kamu harus bersyukur, di luar sana masih banyak yang lebih menyedihkan”

“Jangan menangis, kamu pasti kuat menghadapinya”

Ciri-Ciri Toxic Positivity

Asuransi mikro mulai dari 5000 Rupiah!

Supaya kamu bisa lebih mengenal dan memahami toxic positivity, inilah beberapa ciri kamu terjebak dalam toxic positivity:

  • Terkesan menghindari ataupun membiarkan masalah
  • Menyembunyikan perasaan sebenarnya yang sedang dirasakan
  • Merasa bersalah saat merasakan ataupun mengungkapkan emosi negatif
  • Sering mengucapkan kalimat yang isinya membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Contohnya “kamu lebih beruntung, di luar sana masih banyak orang yang lebih menderita dari kamu”
  • Mencoba untuk memberikan semangat kepada orang lain, tetapi semangat yang diberikan sering disertai dengan pernyataan yang meremehkan. Contohnya “Jangan menyerah, gitu saja kok tidak bisa”
  • Mengucapkan kalimat yang menyalahkan orang lain yang sedang tertimpa masalah. Contohnya  “Tenang Saja Itu tidak seburuk apa yang kamu pikirkan”

Cara Menghindari Toxic Positivity

Toxic positivity bisa memberikan dampak negatif dan cukup berbahaya. Maka dari itu, kamu harus tahu bagaimana cara untuk menghindarinya. Inilah beberapa cara yang bisa kamu lakukan:

  1. Jangan Membandingkan-Bandingkan Masalah

Setiap orang pasti memiliki masalah dan tantangan masing-masing. Dimana apa yang kamu anggap sebagai suatu hal yang mudah dan sulit, belum tentu mudah atau sulit bagi orang lain. Oleh karena itu, sangat tidak adil apabila kamu membandingkan masalah yang sedang dialami dengan masalah orang lain. Daripada kamu sibuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain, sebaiknya berusaha untuk memahami ataupun menghibur diri supaya masalah yang dialami bisa diselesaikan dengan baik.

  1. Kurangi Penggunaan Media Sosial 

Perlu diketahui jika media sosial itu bisa memicu atau memperburuk toxic positivity. Maka dari itu, mulai sekarang cobalah untuk mengurangi penggunaan media sosial. Unfollow orang-orang yang sering memposting hal-hal yang kurang bermanfaat dan bisa memprovokasi emosimu. 

Daripada kamu menghabiskan banyak waktu untuk scrolling media sosial, lebih baik melakukan hal-hal yang positif dan produktif. Contohnya seperti melakukan me time, mengasah kemampuan, melakukan aktivitas yang membuatmu bahagia dan sebagainya.

  1. Rasakan dan Kelola Emosi Negatif

Perasaan maupun emosi yang negatif atau positif merupakan suatu hal yang normal dirasakan seseorang. Artinya setiap orang pasti memiliki perasaan dan pernah emosi. Jika kamu merasakan emosi negatif sebaiknya tidak perlu disangkal atau disimpan.

Emosi negatif yang dirasakan boleh diungkapkan atau dilepaskan. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya toxic positivity. kamu bisa mengungkap emosi negatif tersebut dengan cara bercerita atau mengungkapkan semua keluh kesah kepada orang lain yang dipercaya dan bisa memahami perasaanmu. Jika kurang percaya kamu bisa menuliskan apa yang dirasakan dalam buku harian, jangan media sosial.

Itulah informasi lengkap mengenai toxic positivity, mulai dari pengertian, ciri-ciri dan cara menghindarinya. Toxic positivity itu ada dan bisa memberikan dampak negatif yang membahayakan. Oleh karena itu, sobat WE+ harus bisa menghindarinya ya! 

Penulis: Raka 19 May 2022 55