7 Bahaya yang Mengintai di Rumah

7 Bahaya yang Mengintai di Rumah

HP Berdering…. Bos menelepon. Kerjaan penting, klien menunggu. 
Anda sibuk menenangkan seluruh pihak lewat WhatsApp. 
10 menit kemudian… ada bau tidak sedap, seperti ada yang gosong. 
Air sudah menguap, dan panci sudah gosong, Anda lupa sedang memasak air.

Pernah terjadi pada Anda?... Tidak? Hanya saya berarti.

Menghindari bahaya COVID-19 di luar, bukan berarti kita tidak waspada dengan bahaya yang bisa terjadi di dalam rumah. Berikut adalah 7 bahaya yang bisa terjadi saat di rumah:

1. Jatuh

Bekerja di rumah bisa sangat melelahkan dan menghilangkan konsentrasi. Terjatuh adalah penyebab utama kematian untuk kecelakaan rumah.
Pastikan semua kabel (terutama laptop) tidak melintasi jalanan, takut kesenggol. 
Lihat kemana Anda berjalan, jangan terlalu terpaku pada ponsel. 
Hindari berdiri di kursi, meja, atau permukaan lain untuk melakukan pekerjaan. Dan ketika Anda menggunakan tangga, pastikan tangga itu aman.

2. Keracunan

Jangan menjadi statistik. Keracunan adalah pembunuh terbesar kedua menyangkut kecelakaan di rumah. 
Pastikan semua obat pembersih rumah, obat nyamuk, dan cairan beracun jauh dari jangkauan anak-anak. 
Ada lagi keracunan makanan. Pastikan makanan yang disimpan berhari-hari masih aman untuk dikonsumsi. Jangan sampai keracunan makanan di tengah orang sedang berjuang melawan COVID-19. 

3. Kebakaran

Komputer, laptop, TV, tablet, microwave, rice cooker, kipas angin semua tercolok. Pastikan seluruh gawai tidak membebani satu stopkontak. Stopkontak yang dipasangi banyak terminal berpotensi lebih mudah menimbulkan korsleting dan terbakar.

Jika Anda merokok, berhati-hatilah untuk memadamkan semua rokok dengan hati-hati.
Jangan biarkan lilin atau obat bakar nyamuk menyala semalaman.

4. Banjir

Banjir adalah salah satu bahaya paling umum. 
Banjir alam karena hujan deras. Bisa saja terjadi banjir akibat adanya tanggul yang jebol. Banjir di dalam rumah karena masalah dengan mesin cuci atau pipa bocor. 
Bila terjadi banjir, secara aman segera matikan aliran listrik. Jangan sampai ada barang elektronik atau pecah belah di jalur banjir. 

Sebelum kejadian, bisa asuransi properti yang memiliki proteksi dari banjir. 

5. Barang Tajam

Kemaren anak saya sibuk mencari snack di dalam kulkas. Tiba-tiba ada suara gelas pecah, anak saya berlumur merah. Dia sedang mencoba mengambil puding yang terletak di belakang saus tomat. Dia tidak apa-apa, hanya takut ditegur sang ibu. Saya terinjak pada beling kecil. 

Pastikan barang pecah belah di simpan dengan bijak. 

Jauhkan pisau dapur dan parut dari anak-anak.
Pelajari cara menggunakan pisau dengan aman dan efisien, jika Anda tidak tahu cara memotong, mengiris, dan memotong dadu tanpa mempertaruhkan jari Anda, ada banyak video tutorial di dunia maya.
Simpan pisau tajam dengan perisai untuk menutupi mata pisau dan berhati-hatilah saat mencuci.

6. Kompor

Kompor menghadirkan bahaya yang signifikan.

Gunakan pembakar di belakang jika memungkinkan. 
Gagang panci harus menghadap ke dalam sehingga anak-anak tidak bisa meraihnya.
Rajin membersikan kompor, minyak yang terpapar di sekitar kompor dapat menjadi pemicu kebakaran. 
Pastikan seluruh komponen kompor terpasang dengan baik. Jangan sampai ada api yang lebih besar dari sisi kanan, dibandingkan sisi kiri bakaran. 

7. LPG Bocor

Kebocoran gas dapat menimbulkan risiko serius. Jika Anda mencurigai adanya kebocoran gas — biasanya disertai dengan bau telur busuk belerang — buka pintu/jendela, segera tinggalkan rumah dan hubungi penyedia gas Anda.

Kita dapat berusaha untuk menghindari bahaya yang ada di rumah, untuk perlindungan properti, ada banyak pilihan di WE+. 

 

Penulis: Raka 11 Sep 2020 31