5 Kiat Investasi Reksadana yang Aman dan Menguntungkan

5 Kiat Investasi Reksadana yang Aman dan Menguntungkan

5 Kiat Investasi Reksadana yang Aman dan Menguntungkan

Investasi reksadana memang termasuk salah satu instrumen investasi yang tergolong masih baru di Indonesia. Meski demikian, kamu bisa mempertimbangkannya sebagai langkah persiapan bebas finansial di masa depan. Selain mudah dijalankan oleh pemula, reksadana juga terbilang minim risiko. Tak seperti jenis investasi lain, pengelolaan reksa dana ini akan dilakukan oleh manajer investasi. 

Kiat Aman Investasi Reksadana

Kelebihan reksadana yang lain, yakni modal awal yang tidak terlalu besar alias masih terjangkau untuk kalangan menengah. Adanya sistem online membuat investasi yang satu ini semakin dilirik. Tertarik untuk mencoba peruntungan? Praktikkan kiat aman berikut ini:

1. Kenali Profil Risiko

Adapun yang dimaksud profil risiko, yakni kemampuanmu untuk menanggung risiko investasi. Sebaik apapun, namanya investasi pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, bukan?

Nah, dengan analisa profil risiko ini kamu bisa memilih jenis reksadana mana yang sesuai dengan kebutuhan maupun karakter. Pasalnya, reksadana sendiri memang ada beberapa jenis, yakni pasar uang, saham, obligasi, campuran, dan lain-lain.

2. Tentukan Tujuan Berinvestasi

Tujuanmu melakukan investasi sedikit banyak akan mempengaruhi jangka waktu atau yang biasa dikenal dengan istilah time horizon. Misal, kamu berniat untuk membangun rumah 7 tahun kemudian, maka pasar saham bisa menjadi pilihan tepat.

Pasalnya, pasar saham bisa memberikan keuntungan yang cukup banyak dan dengan risiko rendah. Hanya saja, kamu perlu sedikit bersabar karena saham termasuk investasi jangka panjang. Hal ini dikarenakan keuntungan tergantung pada kondisi perekonomian.

3. Sesuaikan Kemampuan

Sekali lagi, tujuan investasi adalah untuk mengamankan aset (dalam arti uang), termasuk investasi reksadana. Oleh karena itu, jangan keburu nafsu dengan pemasukkan besar, sehingga kamu mengabaikan pos-pos lain.

Asuransi COVID-19 hanya Rp 25.000 per bulan

Kamu harus belajar membuat perincian keuangan per bulannya, agar tidak ada kebutuhan yang terabaikan, termasuk cicilan dan dana tak terduga. Lebih baik kamu menyisihkan uang 500 ribu untuk investasi, daripada 2 juta tetapi terpaksa berhutang.

Angka tersebut hanyalah berupa perkiraan saja, sementara untuk praktik bisa kamu sesuaikan dengan kemampuan. Namun, menurut ahli finansial persentase investasi yang sehat itu sekitar 10 persen dari total pendapatan. Dengan demikian, cash flow rumah tangga tidak terganggu.

4. Cek Legalitas

Dalam dunia investasi reksadana, pihak pengelola dikenal dengan istilah Manajer Investasi. Seperti yang sudah disinggung di atas, manajer investasi haruslah memiliki izin resmi dari negara yang diwakilkan oleh OJK atau Otoritas Jasa Keuangan.

Pastikan soal perizinan tersebut terlebih dahulu, sebelum melepaskan uangmu. Kamu bisa mengeceknya secara langsung melalui website milik OJK. Di sana, kamu bisa memperoleh informasi yang dibutuhkan, seperti kotak perusahaan, alamat, izin, maupun status kepemilikan. 

Jika meragukan, jangan melanjutkan kerjasama tersebut meski mereka menawarkan return yang besar. Sebab, keuntungan tersebut tidaklah berarti tanpa keberadaan legalitas usaha. Berhati-hatilah, karena investasi bodong semakin canggih pengelabuannya.

5. Laporan dan Pemantauan

Selain menerima dan menyalurkan dana dari investor, manajer investasi juga berkewajiban untuk memberikan laporan bulanan. Hal ini menjadi bukti kepemilikan investasi berikut dengan posisinya terkini.

Namun, sekarang-sekarang ini laporan tersebut bisa diakses secara realtime, karena semuanya sudah menggunakan sistem online. Dengan begitu, kamu bisa melakukan pemantauan dari pergerakan investasi setiap saat.

Itulah 5 kiat untuk melakukan investasi di reksadana yang aman dan menguntungkan. Impian untuk mencapai bebas finansial di masa depan bisa diwujudkan dengan berbagai cara, salah satunya dengan melakukan investasi reksadana yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan profil risiko keuangan. 

Penulis: Raka 06 Jun 2021 118