Apa Itu Derivatif? Begini Cara Kerja, Jenis, dan Manfaatnya

Apa Itu Derivatif? Begini Cara Kerja, Jenis, dan Manfaatnya

Sobat WE+, pernahkah kamu mendengar istilah derivatif? Derivatif erat kaitannya dengan investasi. Pasalnya, derivatif merupakan sebuah produk turunan dari seluruh jenis investasi. Namun istilah ini memang tidak begitu dipahami oleh banyak orang. Hanya orang-orang yang berkecimpung dalam dunia keuangan saja yang pasti paham tentang hal ini.

Salah satu contoh dari jenis derivatif adalah jika kamu membeli logam mulia emas, lalu tiba-tiba ada seseorang yang menawarkan produk turunan dari emas berupa kontrak perdagangan emas berupa grafik dan nilai kontrak di dalamnya. Nah, untuk mengetahuinya lebih detail tentang pengertian derivatif, bagaimana cara kerjanya, jenis-jenisnya, hingga manfaat dari derivatif, simak pembahasannya pada artikel berikut ini.

Apa Itu Derivatif?

Istilah derivatif erat kaitannya dengan dunia keuangan atau finansial, dapat diartikan sebagai suatu kontrak keuangan antara dua pihak/lebih yang bertujuan memenuhi suatu perjanjian atas penjualan atau pembelian aset maupun komoditas tertentu.

Kontrak keuangan antara dua pihak atau lebih tersebut ini bisa dijadikan suatu objek yang bisa diperjualbelikan dengan harga yang sebelumnya sudah disetujui oleh pihak penjual dan pembeli. Di masa yang akan datang, nilai harga kontrak tersebut akan dipengaruhi oleh harga aset ataupun komoditas dari induk tersebut.

Cara Kerja dari Derivatif 

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa derivatif adalah salah satu produk turunan dari semua instrumen investasi yang ada di pasaran. Hal ini menjadi keunikan tersendiri bagi derivatif karena dapat dijadikan sebagai alternatif investasi. Contohnya seperti yang dipaparkan di atas, mengenai pembelian emas. 

Secara sederhana, derivatif merupakan investasi yang berbasis kontrak perdagangan. Derivatif juga bisa dikategorikan sebagai investasi dengan resiko tinggi karena cenderung memanfaatkan spekulasi harga di masa depan, namun dengan potensi imbal hasil yang juga besar.

Asuransi mikro mulai dari 5000 Rupiah!

Agar lebih mudah memahaminya, contohnya ketika kamu berinvestasi emas, maka kamu akan membeli emas pada harga tertentu dan menjualnya di harga lebih tinggi. Namun dalam kasus investasi derivatif, maka kamu bisa memperjualbelikan kontrak ini tanpa harus memegang emasnya terlebih dahulu. Tentu saja harga kontraknya fluktuatif dan sangat bergantung pada harga komoditi emas di pasaran.

Jenis-jenis dan Manfaat Derivatif

Jenis derivatif bisa dilihat berdasarkan kategorinya. Berdasarkan cara perdagangannya, derivatif terbagi menjadi dua yaitu derivatif yang ditransaksikan di luar bursa dan derivatif yang diperdagangkan di bursa. Sedangkan, berdasarkan bentuknya, terdapat dua kontrak perdagangan yang umum dijual yaitu kontrak berjangka dan kontrak opsi.

Berikut ini manfaat derivatif: 

  1. Asuransi dan Lindung Nilai

Derivatif berguna sebagai suatu alat untuk mengalihkan risiko. Contohnya dalam kasus seorang petani yang bisa menjual derivatif kontrak berjangka atas hasil panenan kepada spekulator sebelum panen dilakukan. 

Dalam praktiknya, dia melakukan lindung nilai atas risiko naik atau turunnya harga panenan, sementara spekulator menerima pengalihan risiko ini dengan harapan imbalan yang besar. Nilai jual hasil panen yang akan diperoleh kelak diketahui secara pasti oleh petani dan spekulator akan memperoleh keuntungan apabila harga jual mengalami kenaikan namun apabila harga jual mengalami penurunan maka ia akan mengalami kerugian.

  1. Spekulasi dan Arbitrasi

Spekulator bisa bertransaksi dengan spekulator lainnya dengan orang yang membutuhkan lindung nilai (hedge), transaksi yang terjadi di pasar derivatif lebih didominasi oleh perdagangan spekulatif daripada perdagangan lindung nilai dalam artian yang sesungguhnya.

Sementara, arbitrasi adalah sebuah kondisi di mana seseorang dapat mengambil hasil atau keuntungan dengan memanfaatkan perbedaan antara satu aset acuan dan aset acuan lainnya. Misalnya memanfaatkan perbedaan antara nilai Indeks LQ-45 (ILQ-45) di Bursa Efek Jakarta (spor market) dan nilai ILQ-45 pada KBIE di Bursa Efek Surabaya (futures market), jadi selain mengambil posisi di Bursa Efek Surabaya (BES), juga harus mengambil posisi di Bursa Efek Jakarta (BEJ) sehingga secara simultan mengambil posisi yang berlawanan antara di BEJ dan BES.

Demikianlah informasi mengenai derivatif, mulai dari apa itu derivatif, bagaimana cara kerjanya, jenis-jenisnya, hingga manfaatnya dalam dunia keuangan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi sobat WE+ semuanya.

Penulis: Raka 29 Jul 2021 122