Jenis-jenis Modus Penipuan Online

Jenis-jenis Modus Penipuan Online

Halo sobat WE+! Dengan kecanggihan teknologi saat ini, ternyata sebanding dengan jumlah kejahatan yang juga banyak dilakukan secara online. Banyak sekali modus penipuan online yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab. Hal itu tentu sangat merugikan banyak orang, apalagi masih banyak juga orang yang tertipu karena tergiur dengan iming-iming hadiah dari si penipu. 

Jenis Modus Penipuan Online yang Marak Dilakukan 

Inilah beberapa jenis modus penipuan online yang biasa dilakukan oleh para penipu:

1. Penipuan Uang atau Pembayaran di Muka

Jenis penipuan pertama yang paling banyak terjadi adalah penipuan uang. Biasanya, korban akan diminta untuk membayar uang muka untuk layanan keuangan yang sebenarnya tak pernah digunakan si korban. Korban akan mengirim sebuah transaksi dengan metode pembayaran di muka. Misalnya melalui metode pinjaman, kartu kredit, investasi, dan sebagainya.

2. Penipuan Antivirus

Nah, penipuan yang satu ini juga bisa terjadi sama siapa saja ya Sobat WE+. Biasanya, si korban akan dihubungi oleh si penipu yang mengaku dari perusahaan yang berhubungan dengan komputer atau perangkat lunak. Setelah itu, penipu akan menyebutkan bahwa terdapat virus di komputer si korban. Virus ini bisa dihilangkan dengan cara membayar sejumlah uang melalui kartu kredit misalnya. Padahal di komputer korban sama sekali tak ada virus. 

Maka dari itu, sobat WE+ diharapkan sangat berhati-hati jika ada oknum yang menghubungi kalian dan mengaku dari perusahaan perangkat lunak tertentu ya. Jangan langsung percaya dengan apa yang mereka katakan, selalu cek kebenarannya melalui informasi resmi yang ada di laman antivirus atau perangkat lunak yang sobat WE+ gunakan ya.

Asuransi COVID-19 hanya Rp 25.000 per bulan

3. Penipuan Amal

Untuk penipuan yang berhubungan dengan amal ini biasanya diawali dengan korban yang dihubungi melalui telepon, email atau chat. Lalu mereka akan meminta sumbangan dengan pengiriman melalui transfer untuk membantu korban musibah. Padahal sebenarnya tidak ada kegiatan amal yang disebutkan si penipu ini. Karena kegiatan amal yang sah tak akan menelepon untuk meminta sumbangan. Jadi, sobat WE+ harus berhati-hati jika ada oknum yang menghubungi meminta sumbangan amal ya.

4. Penipuan untuk Situasi Darurat

Modus penipuan online selanjutnya adalah mengatasnamakan situasi darurat. Untuk penipuan jenis ini, korban akan diminta untuk mengirimkan sejumlah uang dengan alasan teman/keluarga korban sakit atau kecelakaan dan membutuhkan uang. Si korban yang panik akan segera mengirimkan uang secara transfer, padahal tak ada teman atau keluarganya yang sakit atau kecelakaan.

5. Penipuan Lowongan Pekerjaan

Korban akan menanggapi sebuah informasi tentang lowongan pekerjaan yang ternyata fiktif. Bagi Sobat WE+ yang sedang mencari pekerjaan sebaiknya lebih berhati-hati. Ceritanya, korban diterima kerja di pekerjaan tersebut lalu bekerja secara online. Tak lama kemudian ia akan diberi upah dengan jumlah yang melebihi kesepakatan bersama. Namun korban harus mengirim kelebihan jumlah upah itu tapi cek itu tak bisa diproses.

6. Pemerasan

Modus penipuan online yang terakhir adalah berupa pemerasan uang. Pemerasan melalui telepon, SMS atau email juga marak terjadi. Penipu akan melakukan segala cara untuk mengancam korban melakukan sesuatu yang berkaitan dengan uang. Biasanya korban pemerasan ini adalah korban yang terlilit oleh hutang.

Untuk segala jenis modus penipuan online yang terjadi sekarang ini. Berbagai modus ini harus diwaspadai, karena korban penipuan ini bisa siapa saja, bahkan bisa terjadi pada sobat WE+ dan orang-orang disekitar kalian. Maka dari itu, jangan mudah terlena dengan iming-iming hadiah atau janji apapun itu dari oknum yang mencurigakan ya sobat WE+. 

Penulis: Raka 13 Sep 1212 514