Ingin Untung? Berikut 5 Cara Memilih Reksadana yang Benar

Ingin Untung? Berikut 5 Cara Memilih Reksadana yang Benar

Halo Sobat WE+, apakah kamu sedang tertarik dengan investasi reksadana? Jika iya, maka informasi ini akan sangat sesuai untuk kamu. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di instrumen reksadana, kamu harus memahami bagaimana cara memilih reksadana yang tepat dan benar. Sebab, ini akan sangat berkaitan dengan resiko investasi dan kemampuan untuk mentolerir resiko yang kamu miliki. 

Oleh karena itu, ketika hendak memutuskan berinvestasi baik reksadana ataupun jenis investasi lainnya sebaiknya hal yang dipikirkan terlebih dulu adalah kemungkinan terjadinya risiko kerugian yang akan ditimbulkan. Dengan begitu kamu akan lebih hati-hati dalam menentukan produk reksadana yang akan kamu pilih. 

5 Cara Memilih Reksadana yang Baik dan Benar

1. Tentukan Tujuan yang Ingin Dicapai

Ketika seseorang memutuskan untuk melakukan investasi biasanya memiliki tujuan untuk mencari keuntungan. Dari keuntungan tersebut biasanya ingin digunakan untuk mencapai suatu keinginan. Tentukan apakah pencapaian tersebut membutuhkan jangka waktu yang panjang atau sebaliknya. Salah satu contoh pencapaian jangka panjang biasanya seperti dana pensiun yang ingin kamu siapkan dalam 15 hingga 20 tahun kedepan. 

Maka sebaiknya kamu memilih berinvestasi pada reksadana saham karena dalam jangka panjang pertumbuhannya terbukti cukup baik. Ketika kamu ingin mewujudkan pencapaian jangka pendek seperti membeli kendaraan, pergi berlibur, atau menyiapkan dana pendidikan yang akan dibutuhkan dalam waktu 1 hingga 2 tahun, sebaiknya memilih berinvestasi pada reksadana pasar uang karena memiliki risiko yang rendah tetapi masih memberikan keuntungan yang lebih tinggi dari produk tabungan atau deposito bank.

2. Sesuaikan dengan Profil Risiko

Ketika hendak berinvestasi, ada 3 jenis tipe investor yaitu investor agresif (risk taker), investor moderat (risk neutral), dan investor konservatif (risk averter). Bagi para pemula sebaiknya memilih profil risiko sebagai investor konservasi karena tipe investor ini merupakan investor yang memilih produk dengan jaminan yang menyakinkan dan cenderung sangat konservatif dalam mengambil risiko.

Asuransi COVID-19 hanya Rp 25.000 per bulan

3. Lakukanlah Riset Terhadap Manajer Investasi

Sebelum memilih berinvestasi pada reksadana tertentu, sebaiknya pastikan dulu mengenai track record dari manajer investasinya apakah memiliki pengalaman yang bagus dalam mengelola uang investasi. Untuk itu, kamu harus melakukan riset dengan membaca prospektus reksadana dan profil perusahaan serta informasi-informasi yang beredar di kalangan masyarakat, apakah memiliki reputasi yang baik atau malah sebaliknya.

4. Perhatikan Nilai Drawdown

Draw down merupakan istilah untuk tingkat kerugian maksimal yang ada pada reksadana. Jika pada sebuah reksadana memiliki angka drawdown berkisar di 30 persen dalam setahun. Maka kinerja sebuah reksadana tersebut pernah mengalami penurunan kinerja sebesar 30 persen. Nilai angka drawdown yang tinggi biasanya terdapat pada reksadana campuran ataupun saham. 

Reksadana pasar uang merupakan produk investasi reksadana yang memiliki nilai drawdown rendah yaitu di angka 0 koma sekian persen, tidak jarang juga dijumpai berada di angka 0,00 persen. Reksadana pasar uang adalah pilihan yang tepat untuk investor reksadana pemula yang tidak ingin menanggung resiko terlalu besar.

5. Perhatikan Expense Ratio Reksadana

Dalam mengelola sebuah reksadana pastinya akan memerlukan biaya. Biaya tersebut meliputi dari biaya trading, kustodian, marketing dan lain-lain. Jika kamu menemukan expense ratio yang rendah maka itu merupakan bukti jika manager investasi pada reksadana tersebut memiliki kemampuan yang handal dalam mengelola produk reksadananya.

Itulah beberapa cara memilih reksadana yang benar agar tidak salah langkah dalam menjatuhkan pilihan. Jadi sebelum memutuskan berinvestasi pada suatu reksadana pastikan memperhatikan cara memilih reksadana di atas ya Sobat WE+!

Penulis: Raka 23 Jan 2021 542