Uang Bukan Segalanya, Tapi Segalanya Butuh Uang

Uang Bukan Segalanya, Tapi Segalanya Butuh Uang

“Uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang” adalah kalimat yang tak asing, tidak mustahil, dan realistis. Untuk mencapai kebahagiaan sejati, bukan uang yang menjadi tolok ukurnya. Akan tetapi segala sesuatu yang dibutuhkan bahkan diimpikan perlu uang untuk menukarnya. Meski tidak semuanya. Nah, sekarang buktikan bahwa segalanya butuh uang melalui rincian di bawah ini.

Bukti Bahwa Uang Bukan Segalanya, Tapi Segalanya Butuh Uang 

  1. Kebutuhan Primer

Kebutuhan primer adalah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Kebutuhan primer meliputi sandang, pangan, dan papan. Seseorang butuh pakaian untuk menutupi bagian tubuhnya. Butuh makanan untuk bertahan hidup. Juga membutuhkan tempat tinggal untuk berteduh.

Kebutuhan primer cukup kompleks. Memang, pada masa lalu, manusia memenuhi kebutuhannya dengan barter sebagai alat tukar. Selain itu, manusia bisa bertahan hidup dengan memanfaatkan tumbuhan dan hewan yang dapat dimakan. Itu masa lalu.

Berbeda dengan masa sekarang, era industri 4.0 yang mengharuskan seseorang lebih akrab dengan teknologi. Di kancah internasional, rupiah semakin melemah. Untuk memenuhi segala kebutuhan primer, manusia membutuhkan uang sebagai alat tukarnya. Hal ini dimungkinkan oleh kecenderungan manusia masa kini yang konsumtif.

Manusia disibukkan dengan bekerja dibanding dengan bercocok tanam. Selain itu, lahan untuk menanam juga semakin hilang perlahan diganti dengan aspal. Oleh sebab itu, manusia lebih konsumtif terhadap kebutuhan primer daripada produktif dalam memenuhinya.

  1. Kebutuhan Sekunder

Kebutuhan sekunder tidak bisa dielakkan dari keinginan manusia. Di zaman yang serba digital, manusia bisa melihat barang-barang unik, lifehack, bahkan kekayaan orang lain hanya dari media sosial. Dari situ timbul keinginan seseorang untuk meniru gaya hidup liyan. Meskipun, tidak dipenuhi pun tidak akan mempengaruhi hidup dan matinya.

Asuransi COVID-19 hanya Rp 25.000 per bulan

Kebutuhan sekunder yang merupakan pelengkap dari kebutuhan primer tidak wajib dipenuhi meski nilai suatu barang sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-harinya. Sebagai contoh, robot penghisap debu yang sedang viral. Memang, robot tersebut sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Namun, seseorang bisa menyiasatinya dengan menyapu. 

Sampai sini jelas, kan? Bahwa sesuatu yang memudahkan bukan berarti sesuatu yang paling dibutuhkan. Jadi, untuk memenuhi kebutuhan sekunder, kamu membutuhkan uang lebih setelah memenuhi kebutuhan primer.

  1. Meraih Impian

Apa yang ada di benak sobat WE+ jika mendengar frasa “meraih impian”? Kuliah? Pergi ke negeri sang Idol, Korea Selatan? Jalan-jalan ke Eropa? Keliling Indonesia? Atau hanya sekadar menjelajahi wisata kuliner?

Semua itu bisa kamu raih. Tentu, jika kamu memiliki uang yang cukup. Kendati kamu kuliah dengan jalur beasiswa atau traveling dari sponsor. Semua itu butuh uang. Hanya jalurnya saja yang berbeda.

Dalam hal ini, uang diperlukan untuk meraih impian seperti contoh di atas, ya! Tidak semua impian memerlukan uang untuk mewujudkannya. Contohnya seperti menulis novel. Kamu bisa meraih itu dengan tekun menulis. Hal ini mengecualikan perangkat untuk menulis seperti laptop maupun buku. 

  1. Membangun Usaha

Membangun usaha tanpa nol? Pasti kamu memikirkan tentang menjadi dropshipper, tukang servis laptop atau ponsel, tukang elektronik, dan lain-lain. Meski terlihat hanya keahlian yang diperlukan, nyatanya kamu perlu membeli kuota untuk mempromosikan usahamu, perlu beberapa alat pendukung untuk servis, dan lain-lain. Semua hal tersebut membutuhkan uang. Meski uang yang dibutuhkan lebih sedikit.

Dari keempat hal tersebut, semuanya membutuhkan uang. Memang uang bukan segalanya. Bahkan kamu pernah mendengar bahwa ada orang kaya tapi ia menderita sakit parah. Akibatnya, uangnya habis digunakan untuk berobat. Memang kasus tersebut sangat realistis bahwa uang bukanlah apa-apa jika pemiliknya tidak bisa menikmati.

Namun, lebih realistis jika kamu melihat contoh dari keempat hal yang telah disebutkan di atas. Jadi, stop untuk mengatakan uang bukan segalanya. Kamu hanya harus bersyukur dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan dengan uang yang kamu miliki.

Penulis: Raka 18 Oct 2021 336

Penulis: Raka
19 Aug 2020
615
Penulis: Raka
08 Sep 2021
434