Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Saat Traveling

Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Saat Traveling

Traveling adalah hobi yang tengah menjadi tren di masyarakat. Pilihannya pun bermacam-macam, dari tempat wisata di tengah kota atau menenangkan diri ke tengah alam bebas yang sejuk. Walaupun tidak bisa disangkal lagi kalau traveling itu menyenangkan, kita juga harus paham resiko-resiko yang bisa terjadi. Maka, kita perlu mempelajari pertolongan pertama pada kecelakaan saat traveling.

Pertolongan yang utama saat traveling tentu saja persiapan medis yang matang, seperti membawa perlengkapan P3K yang lengkap. Bisa berupa obat-obatan, seperti obat anti mabuk, pereda nyeri, obat pusing, mual, dan lain-lain. Perlengkapan yang tidak boleh terlupa juga adalah kasa, alkohol atau antiseptik lain, dan plester luka.

Namun, yang sering terlewat oleh kita adalah memahami teknik P3K itu sendiri. Karena kita berencana traveling, kita bisa saja jauh dari rumah sakit atau petugas medis lainnya. Sedangkan, untuk mencegah kemungkinan terburuk, kita wajib melakukan pertolongan pertama selagi menunggu atau membawa korban ke petugas medis terdekat.

Berikut ini beberapa kecelakaan yang biasa terjadi pada saat traveling dan penanganannya :

1. Luka Bakar
Sering beredar di masyarakat kalau luka bakar harus dikasih krim, lotion atau semacamnya. Untuk luka bakar, ini tidak diperbolehkan. Sebaliknya, penanganan yang paling baik adalah mengucurkan air dingin ke tangan sekitar 10-20 menit atau sampai rasa sakit berkurang. Setelah itu, tutupi luka bakar dengan kasa steril atau kain bersih. Untuk luka bakar serius, segera hubungi petugas medis.

2. Luka Berdarah
Untuk luka terbuka atau yang mengeluarkan darah, yang paling penting adalah menjaganya agar tetap steril. Jadi, ketika kita menangani orang yang terluka, kita juga harus memastikan tangan kita bersih. Sebisanya, kita tidak melakukan kontak langsung dengan luka, melainkan dengan kain bersih. 

Pada penanganan luka serius, kita balut luka tersebut dengan kain bersih dan tekan luka untuk mengendalikan pendarahan sampai kita mendapat pertolongan medis. Saat membalut luka, jangan sampai terlalu erat karena bisa menghambat sirkulasi darah. Untuk luka kecil, pertama kita bersihkan dengan air mengalir dan balut luka dengan plester atau kasa steril.

3. Heat Stroke dan Terbakar Matahari
Kalau kita traveling, hal yang paling mungkin terjadi adalah terkena paparan sinar matahari langsung. Ini bisa menyebabkan heat stroke. Cara untuk meredakannya adalah dengan membawa korban ke tempat yang teduh dan buka pakaian luar, seperti jaket dan lain sebagainya. Kemudian, kita selimuti korban dengan kain basah sampai suhu korban terasa normal kembali. Kalau sudah terasa normal, kita bisa menggantinya dengan kain yang kering.

Untuk kulit yang terbakar matahari juga sebaiknya jangan disepelekan karena bisa saja menyebabkan dehidrasi atau shock yang lebih gawat akibatnya. Untuk menanganinya, bawa korban ke tempat teduh dan basuhi bagian yang terbakar dengan air dingin selama kurang-lebih 10 menit. Bisa juga bagian tubuh yang terbakar matahari direndam di air dingin selama 10 menit.

4. Keseleo/Patah Tulang
Saat traveling, terutama dengan tujuan ke gunung-gunung, keseleo atau patah tulang bisa saja terjadi. Kalau ada teman atau kita sendiri keseleo, maka yang bisa kita lakukan adalah mengistirahatkan kaki yang keseleo, lalu mengompresnya dengan kain yang dibasahi air dingin. Yang pasti, kaki yang keseleo ini jangan banyak digunakan dulu.

Untuk patah tulang, pastinya kita harus menghubungi petugas medis yang profesional, tapi kita juga bisa melakukan P3K untuk patah tulang sementara kita menunggu petugas medis datang. Pertama, kita harus memberikan sanggahan ke kaki atau tangan yang terluka dan buat agar bagian yang patah agar tidak banyak bergerak.

Kalau ada trauma yang mungkin terjadi, buat kaki lebih tinggi dari kepala untuk memperbaiki jalan darah, tapi jangan gerakkan kaki yang patah sama sekali. Pastikan juga untuk melonggarkan baju korban, terutama di bagian leher, dada, dan pergelangan tangan dan kaki.

5. Gigitan Hewan Berbisa
Kalau kita memilih tempat traveling ke gunung atau tempat-tempat yang agak terisolir, kita  bisa saja berhadapan dengan hewan berbisa. Yang mungkin biasa terjadi adalah gigitan ular atau sengatan kalajengking.

Yang terpenting dalam menangani korban yang digigit/disengat hewan berbisa adalah menenangkan korban karena pompa jantung yang meningkat bisa lebih cepat menyebarkan bisa, terutama bisa yang masuk ke dalam darah. 

Untuk penanganan pada gigitan ular berbisa, korban harus beristirahat dan meminimalisir gerakan. Hindari mencuci gigitan dengan air dan hindari kompres, sebaliknya tutupi luka dengan kain kering. Pastikan juga bagian tubuh yang digigit diletakkan lebih rendah daripada bagian tubuh lain dan longgarkan baju korban serta lepas berbagai perhiasan yang dikenakan.

Sebaliknya, untuk sengatan kalajengking, yang perlu dilakukan adalah membilas luka sengat dengan air dingin dan kompres luka dengan kompres dingin.

6. Tenggelam
Hal pertama kali yang harus dilakukan untuk korban tenggelam adalah melihat korban responsif atau tidak. Untuk ini, kita bisa melakukannya dengan cara memanggil nama korban atau menepuk bahunya. Pada orang dewasa, kita bisa mengguncang tubuhnya sedikit, tapi kita tidak boleh melakukannya pada anak kecil atau bayi. Pada anak kecil atau bayi, yang bisa kita lakukan adalah menepuk telapak kakinya dengan lembut.

Kalau korban tidak responsif, maka kita harus membuka jalur pernapasannya. Caranya adalah dengan meletakkan tangan kita ke dahi korban dan tekuk sedikit kepalanya ke belakang. Jangan sampai tangan kita berada di leher karena itu akan menghambat pernapasannya. Untuk membuat jalur pernapasan tetap terbuka, kita perlu mengangkat dagu korban dan membiarkannya terbuka sampai petugas medis datang.

Kita tentu tidak menginginkan kecelakaan terjadi, tetapi kita tetap harus waspada dan mengantisipasi segala kemungkinan yang ada. Oleh karena itu, pada saat traveling, kita juga harus memastikan diri agar kita menggunakan jasa asuransi perjalanan, seperti WE+. Asuransi travel yang disediakan WE+ sudah termasuk santunan apabila terjadi kecelakaan pada saat traveling, sehingga bisa mengurangi beban kita saat traveling.


Dengan WE+ kamu bisa merasakan mudahnya memiliki asuransi hanya dengan menggunakan smartphone. Aplikasi WE+ yang merupakan Smart Insurance Marketplace bisa kamu dapatkan di Google Playstore. Tunggu apa lagi? Download sekarang yuk!

Penulis: Raka 11 Sep 2020 40

Penulis: Raka
11 Sep 2020
17
Penulis: Raka
08 Oct 2020
28