Perbedaan Asuransi Mobil All Risk dan Total Loss Only (TLO)

Perbedaan Asuransi Mobil All Risk dan Total Loss Only (TLO)

Sebagai moda transportasi yang memiliki peran sangat penting untuk mobilitas harian, mobil memang perlu untuk diasuransikan. Tujuannya agar bisa mengcover biaya di kemudian hari apabila terjadi hal tidak menyenangkan seperti kecelakaan, kerusakan mobil, atau bahkan tindakan pencurian yang berakibat kehilangan.

Pada dasarnya, terdapat dua jenis asuransi mobil yang bisa dipilih yaitu, Asuransi Mobil All Risk dan Total Loss Only. Lalu, apa saja perbedaan dari kedua asuransi ini?

3 Perbedaan Asuransi Mobil All Risk dan Total Loss Only

Inilah beberapa perbedaan Asuransi Mobil All Risk dan Total  Loss Only (TLO) yang harus kamu ketahui sebelum membeli Asuransi Mobil Terbaik untuk kendaraan Kamu.

1. Besarnya Premi

Meskipun sama-sama asuransi mobil, tetapi antara all risk dan total loss only (TLO) memiliki perbedaan dalam pembayaran besarnya premi. Premi sendiri adalah biaya yang harus dibayarkan untuk mengalihkan risiko kerugian atas kendaraan kepada pihak asuransi.

Tarif asuransi kendaraan bermotor termasuk mobil sendiri sekarang diatur oleh OJK yang dikategorikan berdasarkan wilayah dan kategori harga. Misalnya saja, wilayah 1 yang meliputi Pulau Sumatera, Wilayah 2 yang meliputi Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat, dan Wilayah 3 meliputi (Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan NT).

Asuransi all risk sendiri menjamin kerusakan (partial risk), maupun kasus pencurian, dan juga kasus kecelakaan mobil seperti tersempet, maupun menabrak benda tajam yang membuat badan mobil rusak parah. Berbeda dengan asuransi all risk, asuransi Total Loss Only atau yang biasanya disebut TLO biasanya persentase preminya lebih kecil. Hal ini karena asuransi TLO menjamin kerugian total akibat kerusakan kendaraan yang telah diatur berdasarkan OJK wilayahnya.

2. Perlindungan yang Diberikan

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin satu, asuransi mobil all risk merupakan salah satu jenis asuransi yang menjamin semua resiko, tanpa menghitung besar atau kecilnya persentase kehilangan atau kerusakannya.

Perusahaan asuransi ini akan memberikan perlindungan atas kerugian sebagian atau keseluruhan mobil akibat tertabrak, kejatuhan benda, kebakaran, pencurian, perampasan, tabrakan, maupun benturan benda keras lainnya. Tidak hanya itu, asuransi all risk ini juga menjamin kerusakan akibat bencana alam, dan lain sebagainya.

Jenis asuransi mobil yang kedua adalah Total Loss Only (TLO). Asuransi ini menjamin risiko kehilangan atau kerusakan pada kendaraan minimal 75% yang menyebabkan kendaraan tidak dapat digunakan lagi. Dalam hal ini, perusahaan asuransi akan membayar sejumlah uang klaim jika terjadi hal tersebut.

3. Prioritas Pelanggan

Dari kedua jenis asuransi di atas yang memiliki kriteria berbeda, tentu mempunyai prioritas pelanggan yang berbeda-beda. Banyak orang yang memilih asuransi mobil all risk, melihat banyaknya pertanggungan yang diberikan. Meskipun demikian, jumlah premi yang dikeluarkan juga lebih besar jika dibandingkan dengan asuransi TLO.

Akan tetapi, asuransi all risk ini disarankan untuk kamu yang ingin mendapatkan fasilitas lengkap dan tidak khawatir dengan kondisi mobilmu ketika dijalan. Namun, jika kamu memilih asuransi jenis ini maka kamu harus mengeluarkan jumlah premi dengan persentase yang lebih tinggi.

Untuk itu, asuransi mobil jenis TLO atau kepanjangan dari Total Loss Control lebih disarankan daripada jenis asuransi mobil jenis all risk. Asuransi ini lebih disarankan untuk kendaraan bekas dengan usia di bawah 10 tahun. Misalnya saja kamu membeli mobil bekas dengan tahun produksi 2015 di tahun 2019. Maka, mobil tersebut masih layak untuk diasuransikan.

Itulah tiga perbedaan antara asuransi mobil all risk dan TLO yang wajib kamu tahu. Di masa pandemi seperti ini, jangan mikir dua kali lagi untuk mengasuransikan mobil. Kamu bisa memilih asuransi mobil jenis all risk maupun jenis TLO.

Penulis: Raka 15 Oct 2020 130

Penulis: Raka
03 Sep 2020
173
Penulis: Raka
10 Sep 2020
116