Kalau Resign, Apa yang Terjadi dengan Asuransi Kesehatan dari Kantor?

Kalau Resign, Apa yang Terjadi dengan Asuransi Kesehatan dari Kantor?

Sobat WE+, resign dari pekerjaan bukan hanya soal mengembalikan laptop kantor, menyelesaikan handover, atau menunggu gaji terakhir. Ada satu hal penting yang sering terlupakan, yaitu: bagaimana dengan asuransi kesehatan dari kantor?

Selama bekerja, sebagian karyawan mungkin terbiasa menggunakan fasilitas kesehatan dari perusahaan untuk rawat jalan, rawat inap, pemeriksaan kesehatan, hingga perlindungan anggota keluarga. Namun, ketika hubungan kerja berakhir, manfaat tersebut belum tentu tetap aktif.

Lalu, apa sebenarnya yang terjadi dengan asuransi kesehatan ketika kita resign?

Apakah Asuransi Kantor Langsung Berhenti Setelah Resign?

Pada umumnya, asuransi kesehatan karyawan merupakan bagian dari employee benefit yang diberikan selama seseorang masih tercatat sebagai peserta dalam polis perusahaan.

Artinya, ketika status karyawan berakhir, kepesertaan dalam asuransi perusahaan juga dapat berakhir.

Namun, waktu berakhirnya perlindungan bisa berbeda-beda. Ada polis yang berakhir tepat pada tanggal efektif resign, ada yang masih aktif sampai akhir bulan, dan ada pula perusahaan yang memiliki ketentuan khusus mengenai masa perlindungan setelah karyawan keluar.

Karena itu, jangan langsung berasumsi bahwa kartu asuransi masih bisa digunakan hanya karena masih tersimpan di aplikasi atau dompet.

5 Hal yang Perlu Dicek Sebelum Resign

Sebelum hari terakhir bekerja, ada beberapa hal terkait asuransi yang sebaiknya kamu pastikan.

1. Tanggal terakhir perlindungan

Tanyakan kepada HR kapan tepatnya manfaat asuransi berhenti. Informasi ini penting, terutama jika kamu sedang menjalani pengobatan, memiliki jadwal kontrol, atau sedang merencanakan tindakan medis.

2. Bagaimana dengan anggota keluarga?

Beberapa perusahaan memberikan perlindungan bukan hanya untuk karyawan, tetapi juga pasangan dan anak. Ketika kepesertaan utama berakhir, perlindungan anggota keluarga biasanya ikut terdampak. Pastikan kamu mengetahui tanggal berakhirnya coverage mereka juga.

3. Bagaimana jika sedang menjalani perawatan?

Misalnya, kamu sudah dirawat di rumah sakit sebelum tanggal efektif resign, tetapi perawatan masih berlangsung setelahnya.

Apakah biaya tetap ditanggung?

Jawabannya bergantung pada ketentuan polis dan perusahaan asuransi. Karena itu, kondisi seperti ini sebaiknya dikonfirmasi lebih awal kepada HR, broker, atau pihak asuransi.

4. Apakah klaim reimbursement masih bisa diajukan?

Kalau masih memiliki kwitansi pengobatan yang belum diajukan, periksa batas waktu pengajuan klaim. Jangan sampai manfaat sebenarnya masih bisa digunakan, tetapi klaim terlambat diajukan karena kamu sudah tidak memiliki akses ke sistem perusahaan.

5. Apakah bisa melanjutkan perlindungan secara pribadi?

Tidak semua asuransi grup dapat langsung diubah menjadi polis individu. Namun, kamu tetap bisa mempertimbangkan perlindungan kesehatan pribadi agar tidak mengalami jeda proteksi setelah keluar dari perusahaan.

Asuransi mikro mulai dari 5000 Rupiah!

Kenapa Jeda Perlindungan Perlu Diperhatikan?

Saat masih bekerja, kita mungkin jarang memikirkan biaya kesehatan karena sebagian sudah ditanggung oleh perusahaan.

Masalahnya, sakit tidak selalu datang sesuai jadwal.

Bayangkan kamu resign tanggal 30, lalu baru mulai bekerja di perusahaan baru satu atau dua bulan berikutnya. Kalau asuransi kantor lama sudah berakhir sementara manfaat di kantor baru belum aktif, kamu bisa mengalami protection gap atau masa tanpa perlindungan.

Jika dalam periode tersebut membutuhkan perawatan medis, biayanya mungkin harus ditanggung sendiri.

Apakah BPJS Kesehatan Tetap Bisa Digunakan?

Perlindungan dari perusahaan dan BPJS Kesehatan merupakan dua hal yang berbeda.

Ketika berhenti bekerja, status kepesertaan BPJS yang sebelumnya dikelola melalui perusahaan juga perlu diperhatikan. Pastikan status kepesertaan tetap aktif dan lakukan penyesuaian bila diperlukan sesuai mekanisme BPJS Kesehatan.

Dengan begitu, kamu tetap memiliki perlindungan dasar ketika manfaat kesehatan dari kantor berakhir.

Perlukah Punya Asuransi Kesehatan Pribadi?

Memiliki asuransi kantor memang membantu mengurangi beban biaya kesehatan. Tetapi ada satu hal yang perlu diingat:

"Asuransi kantor melekat pada pekerjaan, sedangkan kebutuhan perlindungan kesehatan melekat pada diri kita."

Ketika pindah pekerjaan, terkena PHK, mengambil career break, atau memilih membuka usaha sendiri, fasilitas dari perusahaan bisa berubah atau bahkan berhenti.

Karena itu, asuransi pribadi dapat dipertimbangkan sebagai perlindungan tambahan agar proteksi tidak sepenuhnya bergantung pada tempat kita bekerja.

Jadi, Sebelum Resign Jangan Cuma Urus Handover

Selain menyelesaikan pekerjaan dan administrasi, luangkan waktu untuk mengecek kembali employee benefit yang selama ini kamu miliki.

Pastikan kamu mengetahui:

  • kapan asuransi berakhir,
  • siapa saja yang masih ditanggung,
  • apakah masih ada klaim yang belum diajukan,
  • bagaimana status perawatan yang sedang berjalan, dan
  • perlindungan apa yang kamu miliki setelah keluar dari perusahaan.

Karena ketika berbicara soal kesehatan, lebih baik mengetahui status perlindungan sebelum membutuhkannya daripada baru mencari tahu ketika sudah berada di rumah sakit.

Setiap polis memiliki ketentuan yang berbeda. Untuk mengetahui detail manfaat, masa perlindungan, pengecualian, serta prosedur klaim, selalu periksa ketentuan polis atau tanyakan kepada HR, broker asuransi, atau perusahaan asuransi yang mengelola benefit perusahaan.

Penulis: Falah 12 Oct 2026 38