Dari Club Malam ke Running Club: Fenomena Gen Z yang Memilih Olahraga sebagai Hiburan Baru

Dari Club Malam ke Running Club: Fenomena Gen Z yang Memilih Olahraga sebagai Hiburan Baru

Sobat WE+, selama bertahun-tahun kehidupan malam identik dengan aktivitas seperti pergi ke bar, klub, konser, atau nongkrong hingga larut malam. Namun, muncul perubahan perilaku di kalangan Generasi Z (kelahiran sekitar 1997–2012). Bagi sebagian anak muda saat ini, aktivitas sosial tidak lagi selalu berkaitan dengan pesta atau hiburan malam, tetapi mulai bergeser menuju aktivitas yang memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental, seperti gym, lari bersama komunitas, yoga, pilates, tenis, hingga olahraga rekreasional.

Fenomena ini menunjukkan bahwa olahraga tidak lagi hanya dipandang sebagai aktivitas menjaga kesehatan, tetapi telah menjadi bentuk hiburan, gaya hidup, bahkan cara baru untuk membangun hubungan sosial.

Generasi Z Mengubah Cara Bersosialisasi: “Workout Becomes the New Night Out”

Salah satu penelitian terbaru dari ClassPass menunjukkan adanya perubahan pola interaksi sosial di kalangan generasi muda. Dalam survei terhadap lebih dari 900 pengguna ClassPass, sebanyak 53% responden usia 18–34 tahun mengatakan mereka pernah memilih workout, fitness class, atau wellness experience dibandingkan pergi keluar untuk minum atau menikmati nightlife dalam satu tahun terakhir.

Selain itu:

  • 51% responden usia 18–34 tahun lebih memilih mengajak teman berolahraga dibanding bertemu di bar.
  • 44% pernah mengganti agenda makan atau nongkrong di restoran/bar dengan mengikuti kelas olahraga.
  • Sebagian responden bahkan memilih pulang lebih awal agar dapat mengikuti kelas olahraga keesokan paginya.

Data tersebut menunjukkan bahwa bagi sebagian Gen Z, olahraga mulai mengambil peran yang sebelumnya dimiliki oleh tempat hiburan malam: menjadi ruang untuk bertemu orang lain, membangun komunitas, dan mencari pengalaman sosial.

Mengapa Gen Z Lebih Memilih Olahraga?
1. Olahraga Menjadi “Tempat Nongkrong” Baru

Dulu, tempat bertemu teman seringkali berupa:

  • kafe,
  • restoran,
  • bar,
  • klub malam.

Kini, tempat tersebut mulai bergeser menjadi:

  • gym,
  • studio pilates,
  • lapangan padel,
  • komunitas lari,
  • cycling group.

Perubahan ini terjadi karena Gen Z tetap ingin bersosialisasi, tetapi mencari aktivitas yang memiliki nilai tambah. Mereka tidak hanya mencari hiburan, tetapi juga:

  • membangun jaringan sosial
  • meningkatkan kesehatan
  • mendapatkan pengalaman baru
  • menciptakan komunitas

Penelitian ClassPass menunjukkan bahwa 53% responden usia muda menggunakan kelas olahraga sebagai cara untuk bertemu atau menghabiskan waktu bersama teman, dan 44% mengaku mendapatkan koneksi sosial baru melalui aktivitas tersebut.

2. Gen Z Mulai Mengurangi Budaya Hiburan yang Berorientasi Alkohol

Salah satu alasan perubahan ini adalah meningkatnya kesadaran terhadap dampak gaya hidup tidak sehat.

Sebagian Gen Z mulai lebih memperhatikan:

  • kualitas tidur,
  • kesehatan mental,
  • kebugaran tubuh,
  • pengeluaran finansial.

Bagi sebagian anak muda, menghabiskan malam di bar dapat dianggap memberikan kesenangan sementara, sementara olahraga memberikan manfaat jangka panjang. Namun, tren ini bukan berarti Gen Z sepenuhnya meninggalkan hiburan malam. Lebih tepatnya, terjadi pergeseran preferensi: mereka mulai memilih bentuk hiburan yang sesuai dengan nilai kesehatan dan gaya hidup mereka.

Asuransi mikro mulai dari 5000 Rupiah!

3. Olahraga Menjadi Investasi, Bukan Sekadar Pengeluaran

Menariknya, Gen Z juga mulai melihat olahraga sebagai investasi.

Dalam Strava Year in Sport Trend Report 2025, disebutkan bahwa Gen Z semakin serius berinvestasi dalam aktivitas olahraga:

  • 30% Gen Z berencana meningkatkan pengeluaran untuk kebugaran pada 2026.
  • 64% Gen Z mengatakan lebih memilih membeli perlengkapan olahraga dibanding pergi kencan.

Hal ini menunjukkan perubahan cara pandang: olahraga bukan lagi sekadar aktivitas tambahan, tetapi bagian dari prioritas hidup.

 

Fenomena Ini Juga Terlihat di Indonesia

Di Indonesia, tren olahraga sebagai gaya hidup mulai berkembang terutama di kota besar seperti Jakarta.

Aktivitas seperti:

  • komunitas lari malam,
  • marathon,
  • padel,
  • tenis,
  • gym boutique,
  • yoga,
  • functional training,

semakin populer di kalangan anak muda, fenomena ini terlihat dari meningkatnya minat terhadap aktivitas wellness dan fitness di Indonesia. Laporan Redseer mengenai pasar fitness Indonesia menyebutkan bahwa konsumen Indonesia mulai memiliki definisi wellness yang lebih luas, tidak hanya olahraga tetapi juga mencakup tidur berkualitas, mindfulness, nutrisi, dan kesehatan secara menyeluruh.

 

Kesimpulan

Fenomena Gen Z memilih olahraga dibanding hiburan malam bukan sekadar perubahan aktivitas, tetapi menunjukkan perubahan nilai generasi muda.

Jika generasi sebelumnya banyak membangun hubungan sosial melalui tempat hiburan malam, Gen Z mulai membangun koneksi melalui aktivitas yang lebih aktif dan sehat.

Olahraga kini bukan hanya tentang tubuh yang lebih sehat, tetapi menjadi cara baru untuk bersosialisasi, membangun komunitas, dan mengekspresikan identitas diri.

 

Sumber: Databoks ·Strava ·GoodStats · redseer · Leisure.com · Seluruh fakta artikel ini merupakan parafrase dari sumber tersebut.

Penulis: Falah 28 Sep 2026 10

Penulis: Falah
27 Nov 2021
2227
Penulis: Falah
09 Mar 2024
1730
Penulis: Falah
27 Jul 2024
1575