Apa Bedanya Rapid Antigen dan Rapid Antibody?

Apa Bedanya Rapid Antigen dan Rapid Antibody?

Sobat WE+, seperti yang kita tau mewabahnya virus Corona di Indonesia hingga kini belum kunjung mereda. Di beberapa daerah angka kasus positif COVID-19 kian meningkat, sehingga perlu meningkatkan akan kesadaran mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Pemerintah mewajibkan masyarakat untuk selalu menjaga jarak dan kontak fisik dengan banyak orang. 

Serta selalu menjaga kebersihan seperti rajin mencuci tangan dan juga menggunakan masker jika bepergian keluar rumah. Tidak hanya harus menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus COVID-19, tidak ada salahnya jika kamu memastikan kondisi kesehatan kamu dengan melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi virus COVID-19 ini yaitu dengan melakukan rapid test. 

Rapid test sendiri memiliki dua jenis pemeriksaan berbeda yang diantaranya yaitu rapid test antigen dan rapid test antibodi, supaya kamu mengetahui lebih lanjut mengenai kedua jenis rapid test tersebut dan mengetahui perbedaannya. Sebaiknya kamu membaca penjelasan berikut ini!

Perbedaan Rapid Antigen dan Rapid Antibodi

Dalam mendeteksi virus COVID-19 pada tubuh, sebenarnya tidak hanya rapid test saja. Namun ada beberapa pilihan jenis pemeriksaan yang bisa kamu lakukan diantaranya adalah TCM dan PCR. Diantaranya jenis pemeriksaan tersebut, rapid test menjadi pilihan kebanyakan orang karena memiliki faktor biaya yang lebih terjangkau jika dibandingkan dengan jenis pemeriksaan lain. 

Seperti yang telah kamu ketahui, bahwa rapid test terdiri dari dua jenis berbeda yaitu rapid antigen dan rapid antibodi. Diantara kedua jenis rapid test tersebut ada perbedaan yang perlu diketahui. Berikut adalah penjelasan perbedaan kedua jenis rapid test tersebut.

1. Rapid Test Antibody

Rapid test antibodi merupakan jenis rapid test yang mempunyai angka paling banyak digunakan belakangan ini. Rapid test jenis ini memiliki keunggulan dalam segi kecepatan hasil. Sehingga, pengguna jenis rapid test antibodi akan mengetahui lebih cepat hasil test yang dilakukannya jika dibandingkan menggunakan jenis pemeriksaan lain. 

Asuransi COVID-19 hanya Rp 25.000 per bulan

Pada proses pemeriksaan rapid test antibodi menggunakan metode mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG yang diproduksi oleh tubuh seseorang untuk melawan virus yang ada di dalam tubuhnya. Antibodi tersebut hanya akan diproduksi tubuh ketika seseorang mengalami paparan virus. 

Dalam pembentukan antibodi pada tubuh seseorang diperlukan waktu yang cukup lama mulai dari hitungan hari hingga hitungan minggu. Oleh sebab itu, rapid test antibodi disinyalir tidak terlalu efektif untuk mendeteksi virus Corona. WHO yang merupakan Organisasi Kesehatan Dunia sendiri tidak merekomendasikan rapid test antibodi digunakan untuk mendeteksi virus Corona. 

Pada proses pemeriksaan, pengguna akan diambil sampel darahnya melalui ujung jari kemudian sampel darah tersebut diletakkan di atas alat rapid test. Proses selanjutnya sampel darah yang ada pada alat rapid test tersebut diteteskan cairan pendeteksi antibodi.

Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa rapid test antibodi kurang efektif karena disinyalir dapat menghasilkan negatif palsu yang tidak sesuai dengan kondisi tubuh yang sebenarnya. Itu terjadi karena disebabkan sistem kekebalan pada tubuh membutuhkan waktu sekitar 1-2 minggu untuk membentuk antibodi melawan virus. 

2. Rapid Test Antigen

Selanjutnya membahas rapid test antigen, yang menggunakan metode pendeteksi antigen atau protein yang membentuk badan virus penyebab COVID-19. Jenis rapid test ini disinyalir lebih efektif dibandingkan rapid test antibodi. Rapid antigen cukup akurat digunakan untuk orang yang sudah terinfeksi virus Corona, namun tidak disarankan untuk digunakan pada pemeriksaan awal. 

Dalam proses pemeriksaannya, rapid test ini menggunakan cairan yang ada pada hidung dan tenggorokan dengan dilakukan swab. Untuk hasil yang diterima juga cukup cepat, sama halnya seperti rapid antibodi. 

Itulah perbedaan rapid antibodi dan rapid antigen yang perlu diketahui. Jika kamu ingin melakukan pemeriksaan terkait kondisi kesehatan sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter terkait ya Sobat WE+.

Penulis: Raka 08 Jan 2021 192