4 Perbedaan Asuransi dan Investasi, Mana Pilihan Terbaik?

4 Perbedaan Asuransi dan Investasi, Mana Pilihan Terbaik?

Masih ada segelintir orang yang menganggap, bahwa mempersiapkan masa depan adalah tanggung jawab orang dewasa. Memang benar adanya, tetapi perlu diingat jika kematangan seseorang tidak bergantung pada usia. Usia muda justru menjadi waktu paling tepat untuk merencanakan kemapanan finansial, termasuk melalui jalur asuransi dan investasi. 

Tak harus langsung keduanya, kamu bisa memulai salah satu terlebih dahulu. Sebagai permulaan, intinya tidak terletak pada angka yang kamu asuransikan atau investasikan. Melainkan komitmen dan kekonsistenan yang menjadi kunci keberhasilannya ya sobat WE+.

Perbedaan Asuransi dan Investasi yang Perlu Diketahui

Tak jarang, pemula merasa kebingungan untuk memilih investasi atau asuransi. Wajar, karena keduanya memang tampak sama, meski dalam penerapan jelas berbeda. Lantas, mana yang lebih baik untuk pemula? Agar tak salah pilih, pahami perbedaan asuransi dan investasi berikut ini:

1. Tujuan Keuangan

Pembeda utama yang sangat mencolok dari kedua program ini adalah tujuan keuangan. Asuransi merupakan suatu bentuk perlindungan atau proteksi atas segala sesuatu yang dimiliki dari faktor risiko. Dana yang disetorkan tiap periode (premi) bisa kamu fungsikan, saat ada faktor risiko yang terjadi. 

Ada beberapa jenis asuransi, yaitu asuransi jiwa, kendaraan, properti, dan lain-lain. Sementara investasi merupakan suatu bentuk usaha untuk mengembangkan aset yang kamu miliki. Dana yang disetorkan tiap periode akan memberikan timbal balik berupa komisi atau bagi hasil (tergantung pada perjanjian yang disepakati).

2. Tingkatan Risiko

Asuransi memiliki risiko yang pasti, semua sudah tertulis dan tercantum di dalam perjanjian kesepakatan. Misal, asuransi kendaraan. Saat kendaraan tersebut mengalami kecelakaan parah, maka kamu bisa memperoleh ganti rugi sesuai kesepakatan. Hanya saja, tidak ada yang tahu pasti kapan risiko tersebut akan terjadi.

Asuransi mikro mulai dari 5000 Rupiah!

Kamu hanya perlu memastikan bahwa saat hal itu terjadi, keuangan tidak dalam keadaan terpuruk, baik saat terjadi maupun sesudahnya. Sementara investasi memiliki risiko cukup tinggi, karena keuntungan yang kamu peroleh tergantung pada naik turunnya produk investasi. Misal, investasi saham. Saat harga saham anjlok, maka keuntungan akan sangat sedikit.

3. Fleksibilitas Dana

Perbedaan asuransi dan investasi selanjutnya adalah fleksibilitas dana yang harus kamu setorkan. Jika mengikuti program asuransi, maka kamu wajib menyetorkan premi setiap periode dengan jumlah yang sama (sesuai kesepakatan). Sementara investasi memiliki fleksibilitas dana yang cukup tinggi. Artinya, bisa kamu sesuaikan dengan kondisi keuangan saat ini.

4. Hasil Akhir

Asuransi adalah sebuah proteksi, sehingga hasil akhirnya berupa uang pertanggungan atau yang biasa disebut dengan ganti rugi. Enaknya, saat sesuatu hal terjadi pada kamu atau keluarga, maka tidak perlu pusing untuk mencari dana. Sebab, semua akan diurus dan ditanggung oleh pihak perusahaan asuransi. 

Dan seperti yang sudah disinggung di atas, hasil akhir dari investasi adalah komisi atau bagi hasil. Wujudnya bisa kamu nikmati secara nyata dan bisa digunakan untuk beragam keperluan lain. Seperti membiayai pendidikan, membeli rumah atau kendaraan, travelling, atau bahkan untuk menambah jumlah investasi lagi.

Demikian 4 perbedaan antara investasi dan asuransi yang bisa kamu pilih. Mengenai mana yang lebih baik, tinggal sesuaikan saja dengan kebutuhan. Jika memiliki sebuah penyakit yang memerlukan pengobatan rutin, maka asuransi akan lebih cocok. Namun, jika masih muda dan belum banyak tanggungan, maka investasi jauh lebih baik.

Nah sobat WE+, itulah beberapa perbedaan asuransi dan investasi. Keduanya tentu berbeda dalam hal tujuan keuangannya secara keseluruhan. Namun, tetap sangat berguna dan penting untuk kemapanan finansial di masa depan. Maka dari itu, jangan lupa untuk mempersiapkan keduanya ya sobat WE+.

Penulis: Raka 31 Jan 2021 363