4 hal yang harus diketahui setiap orang tentang penyakit Campak

4 hal yang harus diketahui setiap orang tentang penyakit Campak

Wabah penyakit campak kini semakin umum dan sangat berbahaya untuk anak-anak kecil, ibu hamil dan orang-orang yang memiliki masalah dengan kekebalan tubuh.

Menurut laporan, ada lebih dari 1200 kasus terkonfirmasi terkait penyakit campak di Amerika Serikat -terbesar sejak 1992.

Campak adalah penyakit yang menular serta dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius, terutama pada anak kecil, ibu hamil atau orang yang memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuh.

Berikut empat hal yang perlu diketahui semua orang tentang penyakit campak.

Penyakit Campak Sangat Menular

Orang-orang yang tidak divaksinasi dan terpapar virus campak, 90% bisa tertular. Campak disebabkan oleh infeksi virus dari famili Paramyxovirus. Virus ini bisa menular melalui percikan air liur saat penderitanya bersin, batuk, atau berbicara.

Penularan virus ini juga dapat terjadi ketika seseorang menyentuh hidung atau mulut setelah memegang permukaan benda yang terkena percikan liur. Dan yang banyak orang tidak tahu, virus ini bisa bertahan di udara selama 2 jam setelah penderita batuk atau bersin.

Jadi, bisa dibayangkan jika ada penderita yang batuk atau bersin di dalam lift, selama 2 jam orang-orang yang lalu-lalang di dalam lift bisa terpapar virus campak.

Sulit untuk mengetahui bahwa seseorang terkena campak saat pertama kali sakit

Gejala pertama penyakit campak adalah demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah dan berair (konjungtivitis), yang mungkin mirip dengan penyakit virus lainnya, terutama saat musim pilek dan flu. Setelah dua atau tiga hari, orang akan mengalami bintik-bintik di mulut yang disebut bintik Koplik.

Asuransi mikro mulai dari 5000 Rupiah!

Ruam yang khas timbul tiga sampai lima hari setelah gejala awal muncul, seperti bintik-bintik merah yang dimulai pada wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Pada saat itu, mungkin kamu baru menyadari bahwa virus tersebut bukan penyebab flu atau batuk melainkan penyakit campak.

Campak bisa berbahaya

Campak bisa mengakibatkan komplikasi, terutama pada anak kecil, ibu hamil dan orang yang memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuh. Komplikasi yang biasa dijumpai jika terkena penyakit campak seperti:

  • Diare
  • Infeksi telinga
  • Pneumonia
  • Radang otak (encephalitis)
  • Kematian

Dalam beberapa kasus langka, jika orang terinfeksi virus ini ketika bayi bisa terkena komplikasi Subacute Sclerosing Panencephalitis, atau SSPE yaitu kelainan neurologis progresif pada anak-anak dan dewasa muda yang mempengaruhi sistem saraf pusat (SSP). Ini adalah infeksi virus yang lambat dan persisten yang berhubungan dengan penyakit campak.

Vaksinasi bisa mencegah campak

Untuk mencegah penularan virus campak, hal yang bisa dilakukan adalah melakukan vaksinasi campak. Vaksin ini biasanya diberikan sebagai bagian dari vaksin MMR (vaksin gabungan untuk campak, gondongan dan rubella) yang dapat memberikan perbedaan besar. Vaksin ini bisa mencegah paparan virus campak hingga 97%.

Vaksin MMR secara keseluruhan merupakan vaksin yang sangat aman. Kebanyakan, efek samping yang disebabkan vaksin ini ringan seperti demam atau pusing dan tidak menyebabkan autisme pada anak-anak.

Vaksin ini bisa melindungi banyak orang, salah satunya adalah mereka-mereka yang tidak bisa mendapatkan vaksin karena kondisi tertentu seperti bayi yang masih kecil dan orang-orang yang memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuh.

Itulah hal-hal yang sobat WE+ harus ketahui tentang penyakit campak. Selain hal tersebut, menjaga pola hidup sehat serta lingkungan yang sehat juga sangat perlu agar kita semua terhindar dari berbagai macam penyakit, termasuk penyakit campak.

Sumber Harvard Health Publishing

Penulis: Raka 02 May 2024 42